BUNGA RAMPAI Berakar dalam Iman, Bertumbuh dalam Ilmu: Psikologi dalam Dialog dengan Iman Kristen Reformed
Sekalipun psikologi dan teologi adalah dua disiplin ilmu yang berbeda, tetapi kedua bidang ilmu ini sama-sama menyinggung soal manusia dan berusaha menjelaskan tingkah laku manusia dan bagaimana manusia melihat dunia, walau dengan cara yang berbeda. Oleh karena itu, seharusnya keduanya bisa saling melengkapi. Hanya saja, di kedua disiplin ilmu ini ada sebagian kelompok yang menolak sumbangsih disiplin ilmu yang lain, dan hal ini sudah berlangsung lama.
Sebagian kalangan teolog, dan khususnya yang akan dibahas di tulisan ini, adalah kekristenan curiga, di mana psikologi dianggap akan membuat orang merasa tidak membutuhkan Tuhan lagi. Juga, segala hal yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mental sudah ada di Alkitab sehingga psikologi tidak dibutuhkan. Jika Kristus dapat memberikan hidup yang berkelimpahan, lalu untuk apa orang Kristen perlu belajar dari ahli-ahli yang tidak mengenal Tuhan untuk memperbaiki hidupnya?
Di pihak lain, beberapa psikolog juga ada yang berpendapat psikologi adalah sains sehingga lebih obyektif sedangkan teologi lebih subyektif oleh karena integrasi dari dua disiplin ilmu ini akan mereduksi keilmuan psikologi karena akan tercampur dengan bias-bias dari teologi dan pendapat-pendapat yang tidak ilmiah.
Meskipun demikian, sebagian ahli berpendapat dua disiplin ilmu ini tidak harus berseberangan. Memang ada berbagai prinsip psikologi yang bertentangan dengan kekristenan tapi tidak berarti hal ini tidak bisa dijembatani. Bahkan melakukan integrasi akan membantu untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang manusia.
Editor:
Jessica Amelia Anna, M.Psi., Psikolog
Karel Karsten Himawan, Ph.D., Psikolog
Sandra Handayani Sutanto, M.Psi., Psikolog
Tahun: 2025





Reviews
There are no reviews yet.