Buku Resep 25 Aneka Jajanan Pasar Khas Kalimantan Barat: Hasil Akulturasi Budaya Dayak, Tionghoa, dan Melayu
Kalimantan Barat merupakan provinsi dengan mosaik etnis dan budaya yang unik, dibentuk oleh sejarah panjang sebagai titik temu peradaban dan perdagangan maritim. Interaksi antara tiga kelompok utama—Tionghoa, Dayak, dan Melayu (dikenal dengan singkatan “TiDaYu”)—telah menciptakan dinamika sosial dan budaya yang khas. Karakter geografis sebagai “Provinsi Seribu Sungai,” dengan Sungai Kapuas sebagai urat nadi, telah memfasilitasi pertemuan dan percampuran antar komunitas ini selama berabad-abad. Interaksi ini tidak hanya terlihat dalam struktur sosial, tetapi telah menghasilkan warisan kuliner yang kaya dan kompleks, menjadikan makanan sebagai ekspresi budaya sekaligus penjaga identitas kolektif.
Kedatangan para perantau Tionghoa, terutama sejak era kongsi-kongsi Hakka pada abad ke-18 untuk bekerja di tambang emas dan kemudian bermukim di daerah urban seperti Pontianak dan Singkawang, membawa serta teknik memasak, bumbu, dan cita rasa asli Tiongkok. Perkawinan campur dan kehidupan bertetangga yang harmonis turut mempercepat difusi budaya ini ke dapur-dapur rumah tangga.
Dengan demikian, kuliner Kalimantan Barat bukan hanya sekadar kumpulan hidangan, tetapi merupakan narasi hidup tentang koeksistensi, adaptasi, dan kreativitas. Setiap sajian menyimpan cerita tentang bagaimana tiga budaya merespons lingkungan, sejarah, dan satu sama lain, lalu menciptakan suatu warisan rasa yang terus berkembang dan mengakar kuat dalam identitas masyarakat Kalimantan Barat. Mempelajari kuliner daerah ini berarti memahami dinamika sosial-budaya yang telah membentuknya menjadi cita rasa yang unik dan tak terlupakan.
Pengarang
Elietan Sastriawati,
Cecillia Layvenia,
Dr. Kevin Gustian Yulius, S.Tr.Par., M.Par.
Prof. Dr. Juliana, S.E., M.M., CPHM.
Dr. Dhama Gustiar Baskoro, S.S., M.Pd.
Tahun: 2026
ISBN: dalam pengajuan





Reviews
There are no reviews yet.